Koperasi Diharap Menjadi Tonggak Perkembangan Ekonomi Kerakyatan

Presiden Jokowi beserta ibu Iriana duduk dibarisan depan panggung kehormatan Harkopnas, didamping Menkop UKM AAGN Puspayoga, Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Linpo, Ketua Umum Dekopin Nurdin Halid dan Walikota Makasar Radhani Pomanto masing-masing dengan istri. (istimewa)

PIPnews.co.id | Makassar – Koperasi menjadi harapan besar dalam perkembangan ekonomi nasional maupun daerah. Bahkan diharap menjadi tonggak perkembangan ekonomi kerakyatan. Hal ini ditegaskan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam pidatonya pada peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-70 dilapangan Karebosi, Makasar, Sulawesi Selatan pada 12 Juli 2017.

Jokowi mengatakan, saat ini kemajuan perekonomian tumbuh semakin baik dan sehat. Juga daya saing investasi dengan negara lain memiliki peringkat yang baik dan inflasi terjaga. “Bahkan kesenjangan ekonomi yang diukur dari gini ratio membaik dengan angka 0,394 persen.

Pertumbuhan ekonomi pada kwartal pertama kata Presiden, 5,03 persen. “Yang saya lihat memang di Sulsel, khususnya Makasar usaha kecil menengah dan koperasinya bergerak semua,” tutur Jokowi.

Menurut Presiden, itu karena ekspor maupun impor. Diantaranya komoditas mente, perikanan, kopi dan kakao menunjukkan pengaruh besar. Inilah yang memberikan pengaruh besar ke perekonomian nasionl. “Namun kita jangan berpuas karena stuasi global masih belum pulih, meski negara kita masuk ke negara ketiga terbaik,”ujarnya.

Lantaran itu lanjut Jokowi, peran koperasi lah sangat dibutuhkan. Orang nomor satu RI ini mengungkapkan data yang diperoleh, sumbangan dari koperasi terhadap perekonomian nasional mencapai 3,9 persen. Namun hal tersebut belum bisa membuat kita berpuas diri. Sebab di Perancis pengaruh koperasi memcapai 10 persen, Belanda 18 persen dan Selandia Baru 12 persen. “Maka dari itu pekerjaan besar ada di koperasi

 Menurut Jokowi, banyak koperasi yang bisa dijadikan model dan contoh. Misalnya Kospin Jasa Pekalongan yang perputaran usaha mencapai Rp 5 triliun dan Koperasi Sidogiri di Jawa Timur perputarannya Rp 18 triiiun. “Contoh ini yang harus di foto copy ke koperasi yang lain untuk melihat koperasi seperti ini. Kalau perusahaan swasta bisa kenapa tidak dengan koperasi kita,” ucapnya.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Koperasi dan UKM AAGN Puspayoga mengatakan, debit koperasi sudah meningkat 4 persen dibanding tahun 2013-2015 hanya mencapai 1 persen. “Maka dari itu, ada beberapa perbankan dan BUMN, juga perusahaan swasta telah bekerjasama. Jadi tidak ada lagi keraguan untuk mengembangkan koperasi,” tutur Puspayoga.

Reformasi total koperasi dilakukan dengan berorientasi koperasi dan pengembangan koperasi. Langkahnya dengan menghapus koperasi yang betuk-betul tidak sehat. “Yang harus dikembangkan yaitu sistem IT, agar bisa menyatu dengan Bank Indonesia dan Kementerin Keuangan,” ujarnya.

Ketua Umum Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) menambahkan, saat ini yang lebih dikedepankan adalah kualitas, jadi bukan hanya banyaknya. Hal ini bisa dilihat, bahwa saat ini ada penurunan keaktipan. Tadinya 260.000 ribu, sekarang 120.000,” ujarnya.

Tapi dari kualitas lanjut Nurdin, mengalami peningkatan signifikan. Hal ini dilkihat dari omzet usaha bertambah dan kesadaran masyarakat untuk berkoperasi sangat tinggi. “Sekarang anggota kita 36 juta orang di seluruh Indonesia,” tutur Nurdin.

Selain, Presiden Jokowi, kemudian Menteri Koperasi dan UKM AAGN Puspayoga serta Ketua Umum Dekopin Nurdin Halid, turut berpidato pada Harkopnas ke-70, Gubernur Sulawesi selatan Syahrul Yasin Limpo dan Walikota Makasar Mohammad Ramdhan Pomanto. (Yan)

1 Trackbacks & Pingbacks

  1. Koperasi Diharap Menjadi Tonggak Perkembangan Ekonomi Kerakyatan – PUSAT DATA ANGGOTA KOPERASI

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*