Dishub Lubuklinggau Klarifikasi Tudingan Pengelolaan Parkir Dikuasai Keluarga Wali Kota, Tempuh Jalur Hukum
Lubuklinggau Beritania.com-
Beredarnya video di media sosial yang menuding pengelolaan parkir di Kota Lubuklinggau dikuasai oleh keluarga Wali Kota Lubuklinggau menuai perhatian publik. Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Perhubungan Kota Lubuklinggau, Hendra Gunawan yang akrab disapa Aan, memberikan klarifikasi dan menegaskan bahwa informasi dalam video tersebut tidak sesuai dengan fakta.
Hendra Gunawan menyampaikan, pihaknya akan mengambil langkah hukum dengan melaporkan persoalan tersebut ke Polres Lubuklinggau sebagai upaya menjaga nama baik serta meluruskan informasi yang berkembang di tengah masyarakat.
“Informasi yang beredar dalam video tersebut tidak sesuai dengan fakta yang sebenarnya. Kami akan menempuh langkah hukum dengan melaporkan persoalan ini ke Polres Lubuklinggau agar informasi yang berkembang dapat diluruskan,” tegas Hendra Gunawan, Senin (29/6/2026).
Ia menjelaskan, pengelolaan parkir di Kota Lubuklinggau dilakukan sesuai aturan dan ketentuan yang berlaku. Menurutnya, pengelolaan tersebut tidak didasarkan pada hubungan keluarga maupun kepentingan tertentu sebagaimana tudingan yang disampaikan dalam video yang beredar.
Sebelumnya, video yang beredar di media sosial memuat sejumlah tuduhan terkait pengelolaan parkir di kawasan Taman Olahraga Megang (TOM) dan area depan salah satu pusat kuliner. Dalam narasi video tersebut disebutkan adanya dugaan intervensi pejabat serta pengalihan lokasi parkir kepada pihak yang memiliki hubungan keluarga dengan Wali Kota Lubuklinggau.
Menanggapi tudingan tersebut, Hendra menegaskan seluruh informasi yang disampaikan dalam video akan diproses sesuai mekanisme hukum yang berlaku. Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi.
“Kami akan memberikan penjelasan secara resmi kepada masyarakat dan melaporkan persoalan ini ke Polres Lubuklinggau agar semuanya menjadi jelas, sehingga tidak menimbulkan fitnah maupun kesalahpahaman,” ujarnya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam menggunakan media sosial dan tidak menyebar informasi yang belum dipastikan kebenarannya. (Snd)