Berita Nia

Ngebut, Tumpahan Minyak Diduga Mencemarin Lingkungan

Super Admin
Ngebut, Tumpahan Minyak Diduga Mencemarin Lingkungan

Musirawas Beritania.com-

Tumpahan minyak mentah yang terjadi di Jalan Lintas Cecar Simpang Semambang tepatnya setelah melintas jembatan Sungai Musi Desa Tambangan Kecamatan Cecar Kabupaten Musi Rawas (Mura). Diduga oleh truk pengangkut minyak mentah PT Serelaya Merangin Dua (SRMD) diduga membuat tercemarnya lingkungan sekitar.

Truk tangki pengangkut minyak mentah PT SRMD nomor polisi BH 8536 XU berisi muatan 5.000 ton terguling dan menumpahkan minyak di lokasi kejadian. Diduga sebelum terguling truk juga sempat menyerempet mobil double cabin Toyota Hilux nopol 1252 XA. Kamis (12/2/2026) yang lalu.

Tokoh masyarakat Cecar, Bambang menegaskan bahwa kejadian truk tangki minyak terguling ataupun mengalami kecelakaan lalu lintas (Laka Lantas) diduga karena tidak disiplinnya pengemudi dalam menjalankan kendaraan saat membawa beban berat. Diperparah kondisi jalan yang berlubang dan genang air.

“Ini membahayakan dan utamanya tumpahan minyak mentah walaupun ditengah jalan ataupun lainnya tentunya memberikan efek pada tercemarnya lingkungan sekitar,”tegas Bambang.

Menurutnya, pihaknya mengharapkan PT SRMD memberikan perhatian khusus kepada truk tangki pengangkut minyak. Apalagi selaras dengan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto yang sangat peduli dengan lingkungan.

“Kami berharap perusahaan jangan hanya mencari profit tetapi pengoperasian kendaraan truk tangki minyak sangat diperhatikan. Apalagi ada standar khusus dalam pengangkutan minyak yang ditentukan oleh PT Pertamina Hulu Energi (PHE) khususnya dibawah PT Pertamina EP (PEP) Zona 4 Regional Sumatera,”katanya.

Sementara itu, Tokoh Pemuda Cecar, Andi menegaskan instansi terkait harusnya lebih peduli dengan adanya tumpahan minyak yang terjadi. Walau skala kecil ataupun besar. Karena berpengaruh pada kerusakan lingkungan. Tidak hanya itu standar pengangkutan minyak mentah juga hendaknya menjadi perhatian semua elemen masyarakat.

“Kita mendukung kedaulatan energi naisonal. Namun, standar keselamatan di jalan saat operasi berjalan jadi perhatian. Jangan sampai kejadian dan memakan korban baru melakukan tindakan serta upaya pencegahan,”ujar Andi.

Dia menambahkan pihaknya mengharapkan seluruh perusahaan yang ada mematuhi aturan keselamatan di jalan raya. Jangan sampai pengemudi ngebut dijadikan kambing hitam. Karena, jalan raya bukan hanya milik satu orang melainkan milik banyak orang dan keselamatan yang diutamakan. (Ans)

Kategori

Berita Terkait

297