Berita Nia

Cegah Penyakit Mulut Dan Kuku Jelang Idhul Adha, Lalu Lintas Hewan Kurban Masuk Lubuklinggau Diawasi

Shandi Koran
Cegah Penyakit Mulut Dan Kuku Jelang Idhul Adha, Lalu Lintas Hewan Kurban Masuk Lubuklinggau Diawasi

Lubuklinggau Beritania.com-

Dinas Pertanian Lubuklinggau jelang Idul Adha melakukan pengawasan lalu lintas hewan kurban khususnya sapi yang masuk ke kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan. Upaya pengawasan tersebut dilakukan untuk mengantisipasi masuknya penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan kurban. 

Dokter Hewan Dinas Pertanian Lubuklinggau, Isvan menjelaskan pihaknya sudah melakukan vaksin terhadap hewan ternak milik peternak binaan yang ada di wilayahnya. Vaksin PMK itu sudah dilakukan sejak di bulan Februari dan Maret kemarin. Pihaknya jug memberikan imbauan ke para peternak untuk menjaga kebersihan kandang, sanitasi dan semprot disinfektan. 

"Termasuk untuk lalu lintas ternak antar Kabupaten itu juga kita imbau pembeli untuk meminta ternak yang sudah diperiksa kesehatan hewannya dengan dibuktikan surat keterangan kesehatan hewan (SKKH) yang dibuat oleh dokter hewan," kata Isvan pada Jumat, 15 Mei 2026. 

Vaksin PMK yang dilakukan pihaknya kemarin fokus terhadap ternak sapi. Sebab menurutnya, pada kambing gejala PMK ringan dan tidak seberat dengan ternak sapi. 

"Jadi untuk sapi kita sudah vaksin dan sudah ada kekebalan mereka terhadap PMK semisal nanti yang namanya Idul Adha ini kita kan tidak bisa menghalangi terlalu ketat untuk lalu lintas ternak karena momennya kan ibadah kurban, jadi setidaknya ternak-ternak yang tidak dipotong untuk kurban itu sudah dapat kekebalan dari vaksin," ujarnya. 

Adapun ternak sapi yang sudah di vaksin PMK kata Isvan, jumlahnya 250 ekor yang tersebar dibeberapa peternak di Kelurahan Rahma, Air Teman, Simpang Periuk dan Jogoboyo. 

"Lagian kantong ternak kita populasinya tidak banyak ada sekitar 600 sampai 700 ekor. Itukan termasuk yang jantan, mungkin bisa jadi nanti sebagian itu sudah dipotong di Idul Adha," timpalnya. 

Sementara itu sambung Isvan, berdasarkan data pihaknya tahun kemarin hampir 90 persen sapi kurban yang masuk di Lubuklinggau berasal dari luar yakni Kabupaten Musi Rawas.

Lebih lanjut, sejauh ini pihaknya mengaku untuk kasus PMK belum ditemukan di kota Lubuklinggau. Namun diakuinya, di bulan Januari kemarin sempat ada gejala yang dialami seekor sapi milik peternak yang hampir mengarah ke PMK. 

"Tapi sudah kita obati dan sembuh satu ekor itu," ungkapnya. 

Menurut Isvan, ciri-ciri PMK yang dialami ternak yaitu mulutnya berbuih, demam, tidak mau makan, pada bagian mulut di lidahnya terdapat luka dan disela-sela kuku juga ada luka. 

"Itu tanda-tanda PMK. Tapi mulut berbuih itu belum tentu PMK, ternyata kita periksa masih mau makan dan tidak demam. Jadi hanya gejala sapi stres jadi berbuih," jelasnya 

Selain itu, untuk mengantisipasi PMK pihaknya juga di hari H Idul Adha akan menurunkan tim pengawas yang melibatkan Petugas Penyuluh Lapangan (PPL). Dimana tim tersebut nantinya keliling ke masjid-masjid dan untuk surat tugas mereka telah dibuat. 

"Tugas mereka melakukan pemeriksaan yang dilakukan sebelum hewan itu disembelih dengan melihat fisik dan pemeriksaan setelah disembelih meliputi pemeriksaan hati dan jeroan lainnya. Tapi karena keterbatasan sumber daya manusia, jadi imbauan kita ke masjid-masjid mereka sudah tahu tanda-tanda sapi yang sehat itu seperti apa," pungkasnya. (Ans)

Berita Terkait

257